Pendahuluan
Dalam dunia bisnis, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), menentukan harga jual produk adalah hal penting yang menentukan keberlangsungan usaha. Harga jual produk menunjukkan nilai yang ditawarkan kepada konsumen serta biaya produksi. Menurut Mulyadi (2012), harga jual adalah biaya produksi ditambah dengan mark-up. Pada prinsipnya, harga jual harus menutupi biaya penuh ditambah dengan laba yang wajar. Salah satu metode yang umum digunakan dalam penentuan harga jual adalah Cost-Plus Pricing. Metode ini ditetapkan dengan menjumlahkan semua biaya produksi per unit dan kemudian menambahkan margin keuntungan yang diinginkan. |
| Sumber: majoo.id |
Profil UMKM Dapur Bunda Galih
Dapur Bunda Galih adalah sebuah UMKM yang berlokasi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Usaha ini bergerak di bidang kuliner, khususnya dalam pembuatan kue kering dan kue basah. Dapur Bunda Galih hanya memproduksi kue berdasarkan pesanan, sehingga setiap produk yang dibuat selalu segar dan sesuai permintaan pelanggan. Salah satu pilihan kue yang ditawarkan oleh UMKM ini adalah bolu pisang. Berikut penjelasan penentuan harga jual satu loyang bolu pisang.
Komponen Biaya Produksi Bolu Pisang
Berikut adalah rincian biaya untuk satu loyang bolu pisang:
1. Bahan Baku:
-
Pisang (200 gr): Rp2.400
-
Tepung terigu (200 gr): Rp2.700
-
Telur (4 butir): Rp8.000
-
Gula pasir (150 gr): Rp2.625
-
Margarin (150 gr): Rp5.400
-
Susu bubuk (30 gr): Rp1.200
-
SP (2,5 gr): Rp1.000
-
Baking powder (1,2 gr): Rp200
-
Garam: Rp200
-
Keju untuk topping (75 gr): Rp10.455
Total biaya bahan baku: Rp34.180
2. Bahan Penolong:
-
Kardus: Rp1.200
-
Alas kue: Rp500
-
Plastik kresek: Rp200
Total biaya bahan penolong: Rp1.900
3. Biaya Overhead:
-
Gas: Rp5.000
-
Listrik: Rp5.000
Total biaya overhead: Rp10.000
Total biaya produksi (BPP): Rp34.180 (bahan baku) + Rp1.900 (bahan penolong) + Rp10.000 (overhead) = Rp46.080
Menetapkan Harga Jual
Menggunakan metode Cost-Plus Pricing, UMKM Dapur Bunda Galih menetapkan margin keuntungan sebesar 2,5% dari total biaya produksi. Dengan demikian, harga jual dihitung sebagai berikut:
Rp46.080 + 2,5% = Rp47.232
Untuk memudahkan transaksi dan memberikan harga yang lebih bulat, harga tersebut dibulatkan menjadi Rp48.000 per loyang.
Kesimpulan
Metode Cost-Plus Pricing digunakan oleh Dapur Bunda Galih untuk menghitung semua biaya yang diperlukan untuk membuat bolu pisang, dengan menjumlahkan total biaya produksi, kemudian menambahkan margin keuntungan sebesar 2,5%, sehingga harga jualnya menjadi Rp 48.000. Karena hanya membutuhkan data tentang biaya dan persen keuntungan yang diinginkan, metode ini sangat praktis dan mudah dipahami. Dengan begini, UMKM Dapur Bunda Galih dapat memastikan semua biaya tertutupi, mencapai keuntungan, dan tetap dapat memberikan penjelasan kepada pelanggan tentang harga jualnya dengan metode seperti ini.
Referensi
Mulyadi. (2012). Akuntansi Biaya. Yogyakarta: Yogyakarta : UPP STIM YKPN.
Komentar
Posting Komentar