Ritual Tiwah Suku Dayak
Ritual Tiwah Suku Dayak
![]() |
| sumber : regional.kompas.com |
Suku Dayak di Kalimantan Tengah mempunyai upacara kematian untuk mengantarkan arwah orang yang telah meninggal dunia menuju surga, atau dalam Bahasa Sangiang disebut Lewu Tatau. Pada ritual ini, roh orang yang meninggal akan dikembalikan ke orangtuannya. Roh dari ayah akan dikembalikan ke ayah, roh dari ibu akan dikembalikan ke ibu, dan roh dari Tuhan akan dikembalikan ke Tuhan. Barulah setelah ritual ini, orang yang sudah mati akan hidup sempurna di surga.
Tata Cara Tiwah
Tiwah dapat berlangsung selama 7 hingga 40 hari. Pertama, keluarga mendirikan balai nyahu, yaitu tempat untuk menyimpan tulang belulang yang sudah dibersihkan. Kedua, keluarga harus membuat bendera kain yang jumlahnya sama dengan jenazah yang akan ditiwahkan.
Ketiga, keluarga memasukkan tulang belulang ke balai nyahu. Tahapan ini disebut Tabuh I, Tabuh II, dan Tabuh III. Tabuh dilakukan secara tiga hari berturut-turut.
Kemudian, keluarga melakukan tarian Manganjan sambil mengelilingi sangkai raya dan sapundu. Sapundu berfungsi sebagai tempat mengikat hewan yang akan dikurbankan. Hewan-hewan tersebut kemudian ditusuk dengan tombak hingga mati oleh keluarga.
Kepala hewan yang sudah mati akan dipenggal dan dikumpulkan sebagai makanan para roh. Sementara dagingnya akan dimasak untuk dikonsumsi bersama.

Komentar
Posting Komentar